Perang Troya adalah konflik pada Zaman Perunggu (sekitar abad ke-13 atau ke-12 SM) antara bangsa Yunani Kuno (Akhaia) dan bangsa Troya di Asia Kecil (kini wilayah Turki).
Latar belakang
Konflik dimulai ketika pangeran kerajaan Troya Paris, bertemu Helen istri raja Sparta, Dalam rangka kunjungan diplomatik. Sang pangeran kagum dan terpesona kecantikan helen di pertemuan tersebut. Sang pangeran mengirimkan surat kepada helen atas kekagumannya. Mendengar pujian yang begitu puitis dan romantis dari sang pengeran, akhirnya Helen pun memberikan sinyal ketertarikannya ke sang pangeran tampan muda tersebut. Paris mengunjungi Helen secara diam dengan cara menyamar. Akhirnya Paris pun nekat membawa Helen ke kerajaan Troya
Hal ini, terciduk sang suami raja sparta Tapi paris menolak mengembalikan istrinya kepada Minelaus. Atas penghinaan besar ini, Minelaus akhirnya meminta bantuan saudaranya Agamemnon (Raja Mykenai) untuk menyerang kerajaan Troya
Pengepungan Troya
Agamemon dan sekutunya mulai melancarkan serangan ke kerajaan Troya. Mereka sangat percaya diri dapat menghancurkan Troya dengan sekali serangan, namun faktanya berbeda.
Tanpa terasa, invasi itu telah berlangsung selama 10 tahun dan mereka belum bisa juga menjebol benteng Troya, hingga pasukan Agamemon pun merasa frustasi. kokohnya benteng kerajaan Troya, serta strategi jenius raja priam, di dukung kepemimpinan heroik pangeran hektor, mematahkan setiap serangan yang datang.
Strategi licik raja Sparta
Agamemon pun tidak tinggal diam dan merekrut Achilles "sang singga Yunani" beserta pasukan khususnya yaitu " pasukan "Mirmidon" untuk melenyapkan
Troya. Serangan di lancarkan secara masiv, namun masih gagal. Meski di bantu Achilles tetap saja tidak membawa perubahan yang berarti. Sampai suatu ketika, raja agamemon membuat siasat licik dengan menjadikan Achilles dan pasukannya tameng hidup. Dan hal ini, menyebabkan tewasnya sang adik dari Achilles di tangan pangeran hektor. Gugurnya adik Achilles memicu murka sang kakak. Akhirnya Achilles meminta pangeran hektor untuk berduel dengannya
Tantangan diterima. Mereka berdua saling berhadapan. Yang berujung pada gugurnya sang putra mahkota Troya.
Alih2 berduka atas gugurnya pangeran hektor, dengan menarik mundur seluruh pasukannya. Agamemon membuat strategi di luar prediksi. Dengan membuat sebuah patung kuda raksasa sebagai tanda penghormatan atas kematian sang pangeran. Patung kayu tersebut di tinggal begitu saja di depan gerbang kota Troya sedangkan mereka pura2 berlayar kembali ke Yunani, namun di balik kuda kayu tersebut pasukan khusus yg terlatih di sembunyikan dengan rapih dan tanpa jejak.
setelah dua hari berlalu, tanpa curiga dan ragu kuda kayu raksasa tersebut perlahan di masukan ke dalam benteng kota Troya. Ketika malam hari pasukan khusus Yunani dengan perlahan keluar dan mulai menjalankan rencana sang raja Sparta. Mereka menuju pusat kerajaan mencari raja beserta keluarganya dan membabad habis setiap penjaga yang temui nya. Terjadilah kekacauan yang memaksa semua penduduk untuk keluar, namun tak di sangka, pasukan Yunani beserta kapalnya sudah berada tepat di pelabuhan kota Troya dan menumpas semua warga sipil beserta sisa pasukan troya.
Perang Troya dianggap sekadar mitos. Namun pada akhir abad ke-19, arkeolog Heinrich Schliemann berhasil menemukan reruntuhan kota kuno Troya di Bukit Hisarlik, Turki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar