latar belakang
Philip V raja makedonia (221-179 SM) berusaha menjalin aliansi dengan Kartago.
Ketika Hannibal mengalahkan pasukan Romawi di Italia. Pada tahun 202 SM, kampanye yang di gencarkan Philip V di wilayah Thrace dan Asia Kecil (Turki barat laut) membawanya ke dalam konflik dengan Kerajaan Pergamon, sekutu Republik Romawi. sehingga melibatkan konflik langsung antara Republik Romawi dan Makedonia.
Pertempuran Cynoscephalae (latin) atau perang sinos sepala adalah pertempuran yang terjadi di perbukitan Cynos daerah Thessalia
pada 197 SM antara Republik Romawi yang dipimpin oleh konsul Titus Quinctius Flamininus, melawan Dinasti Antigonid
dari Makedonia, yang dipimpin oleh Filipos V. pertempuran ini adalah efek domino, dari perang antara Republik Romawi dan Republik Kartago Pimpinan Hanibal Barca. yang berujung pada bertemu langsungnya para sekutu Republik Kartago dengan Romawi. para sekutu Kartago ini awalnya hanya memberikan dukungan, baik suplai makanan, maupun pasukan. namun setelah Makedonia secara terang-terangan mengusik wilayah Romawi, maka mereka harus siap menghadapi Kekuatan besar Republik Romawi.
Alur pertempuran
Ketika pasukan bergerak, terjadi hujan badai, dan pada pagi hari setelahnya muncul kabut di perbukiran dan ladang yang memisahkan perkemahan kedua pasukan. Namun, Filipos tetap melanjutkan pergerakan pasukannya, dan pasukannya menjadi bingung dan tak tentu arah akibat kabut yang tebal, Sehingga tak terasa itu pasukan phalanx Filipos telah mencapai puncak bukit. berada di tanah yang lebih tinggi daripada sayap kiri Romawi, dan pada awalnya sukses melawan mereka. Namun sayap kiri dan tengah Filipos, yang terdiri dari 8.000 phalanx, masih belum terorganisir dengan baik dan sedang berada dalam formasi bergerak, sehingga mereka belum membentuk formasi phalanx, dan ketika Flamininus mengerahkan gajah perangnya pada mereka, mereka pun mundur secara kacau-balau. salah satu tribunus Romawi berhasil memukul sayap kanan Makedonia dari arah belakang. Pasukan Makedonia tidak mampu mengubah formasi secepat formasi pasukan Romawi. Kini mereka dikelilingi dari kedua sayap oleh legiun Romawi. akhirnya pasukan Makedonia banyak yg gugur dan banyak pula yang melarikan diri. Setelah pengejaran yang singkat, Flamininus membiarkan Filipos kabur. Berdasarkan Polybius dan Livius, 5,000 tentara Makedonia terbunuh. dan menawan 1.0000 tentara yg hidup. sedangkan Romawi sendiri kehilangan sekitar 2.000 tentara.
Makedonia harus mengalami kerugian yang besar akibat kekalahan ini. Negara-negara yang dulunya berada di bawah kekuasaan Makedonia kini bisa merdeka, Filipos diharuskan membayar 1.000 talent perak pada Romawi, Makedonia harus membubarkan angkatan laut serta sebagian besar angkatan daratnya, dan putra Filipos dikirim ke Romawi sebagai sandera.
Kesimpulan
Kekalahan ini menunjukkan bahwa pasukan phalanx Makedonia, yang dulunya dikenal sebagai unit tempur paling efektif di dunia, ternyata terbukti bisa dikalahkann oleh legiun Romawi. Phalanx, meskipun kuat, tidak fleksibel dalam hal formasi seperti halnya manipulus Romawi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar